Selasa, 04 April 2017

Etika Bisnis Kelompok 3

DEFINISI ETIKA DAN BISNIS
SEBAGAI SEBUAH PROFESI
1.1              Hakekat Mata Kuliah Etika Bisnis
Saat ini, perkembangan dunia bisnis yang cepat dan dinamis hrus diimbani dengan aturan-aturan atau norma-norma agar dapat mengatur bisnis itu sendiri. Sehingga pihak-pihak yang langsung berhubungan dengan kegiatan bisnis dapat berjalan baik, lancar, dan berkesinambungan.
Melalui pembelajaran mata kuliah Etika Bisnis, kita mampu membekali diri dengan pemahaman aspek-aspek penerapan konsep teoritis tentang etika bisnis dan tanggung jawab sosial di dalam organisasi bisnis guna meningkatkan efektifitas organisasi (SAP mata kuliah Etika Bisnis Universitas Gunadarma).
Selain itu, dengan menggunakan ilmu etika bisnis maka kita dapat membayangkan bahwa kita ditantang untuk terjun ke area baru, dimana semua bagian dunia ini saling terhubung satu sama lain yaitu melalui pasar bebas dunia (globalisasi) dimana mendatang. Jika kita ingin mencapai terget keberhasilan di era globalisasi, sudah saatnya kita mampu menciptakan kegiatan bisnis itu sendiri dengan moral dan etika.
Dengan adanya moral dan etika dalam bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, maka jurang itu dapat dikurangi, serta optimis bahwa salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi. Hal ini juga menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pelaku bisnis saja tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak. Sehingga diharapkan dapat terwujud situasi dan kondisi bisnis yang sehat dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

1.2              Definisi Etika Dan Bisnis
Pengertian etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Hal ini mengartikan bahwa etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lainnya (Agus, 2012).
Secara umum, etika sama dengan moralitas, yaitu sama-sama berarti system nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang konsisten dan berulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan.
Sedangkan etika bisnis adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis. Dengan adanya moral dan etika dalam bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, maka jurang itu dapat dikurangi, serta optimis bahwa salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dikatakan bahwa etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dansalah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan pada kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
1.3              Etiket Moral, Hukum Dan Agama
Etiket berasal dari bahasa Prancis, yaitu ethiquete yang berarti tata cara pergaulan yang baik antar sesame manusia. Sedangkan etika berasal dari bahasa Yunani/latin yang berarti falsafah moral dan merupakan tat acara hidup yang baik dan benar yang dilihat dari aspek sosial, budaya, dan agama.
Keduanya juga memiliki kesamaan yaitu mempunyai objek yang sama, yaitu perilaku atau tindak tanduk manusia. Serta keduanya juga mengatur perilaku manusia secara normatif, yang berarti mengatur apa yang harus dilakukan dan boleh tidaknya hal itu dilakukan.
Menurut Agus, 2012 dalam bukunya yang berjudul “Etika Bisnis bagi Pelaku Bisnis” menjelaskan bahwa etika bisnis juga meliputi norma umum yang berlaku di masyarakat, yaitu:
1.        Norma Sopan Santun. Yaitu norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia. Misalnya menyangkut sikap dan perilaku seperti saat kita bertamu, makan, dan minum, cara duduk dan berpakaian, dan lainnya. Norma ini menyangkut tata cara lahiriah dalam pergaulan antar manusia sehari-hari.
2.        Norma Hukum. Yaitu norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat Karena di anggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma ini mencerminkan keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut dan kesejahteraan bermasyarakat.
3.        Norma Moral. Yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma ini menyangkut aturan tentang baik-buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh yang dilihat sebagai manusia. Norma moral dipakai sebagai indikator oleh masyarakat untuk menilai baik-buruknya tindakan manusia kepada pihak lain dengan fungsi dan jabatannya di masyarakat.


1.4              Klasifikasi Etika
Pada dasarnya, etika bisnis terbagi atas dua macam (Agus, 2012),  yaitu:
1.        Teori Deontologi, teori ini beradal dari bahasa Yunani, “Deon” yang berarti kewajiban. Etika Deontologi menekankan pada kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan yang baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakan yang dilakukan, tetapi dinilai berdasarkan tindakan itu sendiri baik pada diri sendiri. Dengan kata lain tindakan tersebut bernilai moral Karena dilakukan terlepas dari tujuan atau akibat yang timbul akibat tindakan itu.
2.        Etika Teologi, Teori ini mengukur baik buruknya suatu tindakan yang dilakukan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai atau berdasarkan akibat yang timbul atas tindakan tersebut. Suatu tindakan dinilai baik jika bertujuan untuk mencapai sesuatu yang baik, atau akibat yang ditimbulkan dari tindakan tersebut baik dan bermanfaat. Contohnya jika seorang anak mencuri uang untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit. Tindakan ini baik untuk moral kemanusiaan, tetapi dari aspek hokum jelas tindakan ini melanggar hukum. Etika teologi ini lebih bersifat situasional, Karena tujuan dan akibat suatu tindakan sangat bergantung pada situasi khusus tertentu.
1.5              Konsepsi Etika
Dilihat dari kenyataan yang terjadi di lapangan, bisnis dan etika merupakan dua hal yang bertolak belakang dan berneda. Banyak opini yang mengatakan jika bisnis mau mendapatkan keuntungan, maka harus melupakan dan melanggar etika.
Etika sendiri tidak memiliki sanksi yang jelas selain sanksi moral yang melekat di masyarakat atau sanksi dari Yang Maha Kuasa. Jadi, jika mengacu pada aspek hukum, maka melanggar etika sanksinya tidak jelas, atau hanya sanksi moral semata. Sehingga pada kenyataannya, sering kali etika tidak begitu diperhatikan.
Dalam jangka pendek, bisnis yang tidak memperhatikan etika biasa saja akan mendapat keuntungan lebih besar. Namun dalam jangka waktu yang lama, biasanya bisnis tersebut menimbulkan masalah dan mendapat sanksi moral dari masyarakat yang tentu saja sangat merugikan bisnis itu sendiri. Dari konsep inilah bisa dikatakan bahwa etika dalam berbisnis itu merupakan keharusan dan mutlak untuk dilaksanakan.
Walaupun beberapa aspek etika sudah diformalkan menjadi hukum, regulasi dan aturan, tetapi masih banyak aspek etika yang belum jelas bagaimana mengukurnya. Sehingga diperlukan pedoman yang menilai suatu kegiatan yang memenuhi nilai etika yang disimpulkan bahwa tindakan dianggap beretika apabila kita tidak keberatan jika orang lain melakukan hal itu terhadap diri kita.


ETIKA DI DALAM PASAR GLOBAL
Nama      :     MUHAMAD ABDUL AZIS
NPM         :     16214883
Kelas        :     3EA04
Jurusan   :     Manajemen                                                            30 Maret 2017
 


RANGKUMAN BAB V – ETIKA DI DALAM PASAR GLOBAL
5.1       Pengertian Persaingan Sempurna, Monopoli, dan Oliopoli
5.1.1    Persaingan Sempurna
                Menurut Untung (2012) dalam bukunya yang berjudul Hukum dan Etika Bisnis, menjelaskan bahwa pasar persaingan sempurna adalah pasar dimana tidak ada pembeli atau penjual yang memiliki kekuatan cukup signifikan untuk mempengaruhi harga barang-barang yang ditawarkan.
Karakteristik persaingan sempurna adalah penjual dan pembeli yang banyak, informasi pesaing yang lebih terbuka, barang yang dijual antar penjual tergolong mirip, tidak ada pihak luar misalnya pemerintah yang mengatur harga. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pasar persaingan sempurna dapat memberikan keadilan, memenuhi utilitarianisme, dan menghargai hak-hak moral tertentu.
5.1.2    Monopoli
Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelincir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang industri atau bisnis tersebut.
            Secara lebih tegas perlu kita bedakan antara dua macam monopoli. Pertama adalah monopoli alamiah dan yang kedua adalah monopoli artifisial. Monopoli alamiah lahir karena mekanisme murni dalam pasar. Dalam jenis monopoli ini, sesungguhnya pasar bersifat terbuka.
Monopoli ini lahir secara fair, yaitu karena keunggulan teknologi, keunggulan manajemen, keunggulan komposisi ramuan produk tertentu yang digemari konsumen tanpa bisa ditiru perusahaan lain, dan semacamnya.
            Termasuk dalam jenis monopoli ini adalah apa yang disebut Milton Friedman sebagai monopoli karena pertimbangan-pertimbangan teknis. Yang dimaksudkan adalah bahwa berdasarkan peryimbangan teknis tertentu, jauh lebih efisien dan ekonomis kalau industri tertentu hanya dikuasai oleh satu perusahaan saja dan bukannya banyak. Contoh yang paling jelas adalah industri telepon, air, dan listrik.
            Yang jadi masalah adalah jenis monopoli yang kedua, yaitu monopoli artifisial. Monopoli ini lahir karena persekongkolan atau kolusi politis dan ekonomi antara pengusaha dan penguasa demi melindungi kepentingan kelompok pengusaha tersebut. Monopoli semacam ini bisa lahir karena pertimbangan rasional maupun irasional. Pertimbangan rasional misalnya demi melindungi industri dalam negeri, demi memenuhi economic of scale, dan seterusnya. Pertimbangan yang irasional bisa sangat pribadi sifatnya dan bias dari yang samar-samar dan besar muatan ideologisnya sampai pada yang kasar dan terang-terangan.
Monopoli artifisal umumnya bersifat sepihak, sewenang-wenang, dan karena itu dianggap curang. Kalaupun monopoli itu didaasarkan pada alasan rasional, misalnya demi perlindungan industri dalam negeri atau demi meningkatkan daya saing ekonomi kita, prosedurnya tidak pernah transparan disertai kriteria objektif bagi perusahaan yang pantas untuk mendapat monopoli itu.
Yang paling buruk adalah monopoli artifisial tanpa ada pertimbangan rasional dan objektif. Sumber paling pokok dari monopoli ini adalah bantuan dari pemerintah entah secara langsung atau tidak langsung, demi melindungi kepentingan bisnis kelompok tertentu dengan mengorbankan kepentingan bisnis kelompok lain, atau mengorbankan kepentingan bersama, atau pula dengan mengorbankan rasa keadilan dalam masyarakat.
Berbeda dengan monopoli alamiah, monopoli artifisial menimbulkan beberapa masalah etis yang pelik. Pertama, masalah keadilan. Salah satu aspek keadilan yang dilanggar oleh praktek monopoli artifisial adalah dilanggarnya prinsip perlakuan yang sama bagi semua pengusaha atu kelompok bisnis.
Dalam kaitan dengan ini, yang juga menyakitkan dan menimbulkan persoalan etis adalah bahwa Negara yang seharusnya bersifat netral tak berpihak, dengan praktek monopoli itu telah bertindak secara sepihak. Ini sungguh menyakitkan karena Negara telah memainkan dan mempraktekkan politik diskriminasi dalam bidang ekonomi.
Yang juga mengalami perlakuan tidak adil adalah konsumen atau masyarakat pada umumnya. Masyarakat dirugikan baik karena dipaksa dan terpaksa membeli produk dari perusahaan monopolistis maupun karena direnggut kebebasannya untuk bias memilih diantara berbagai alternative barang kebutuhannya, yang akan terbuka baginya kalau pasar dibiarkan terbuka.
Masalah kedua yang ditimbulkan oleh praktek monopoli artifisial adalah ketimpangan ekonomi atau apa yang disebut sebagai ketidakadilan distributive. Masalah ketiga yang ditimbulkan oleh praktek  monopoli artifisial adalah terlanggarnya kebebasan baik pada konsumen maupun pada pengusaha. Seperti telah dikatakan, konsumen tidak punya pilihan lain selain produk dari perusahaan monopolistis. Demikian pula, konsumen tidak bisa secara bebas memilih barang dan jasa yang sesuai dengan kemampuan ekionominya karena hanya ada satu produk dengan harga yang telah dipatok tersebut. Sementara itu, pengusaha lain jelas tidak bisa menikmati kebebasan berusaha karena hambatan yang secara sengaja diciptakan untuk melindungi perusahaan monopolistis. Ini benar-benar tidak etis dan merusak mekanisme pasar yang fair.
5.1.3    Oligopoli
Oligopoli salah satu bentuk monopoli tetapi agak berbeda sifatnya. Oligopoli agak berbeda sifatnya dengan monopoli karena oligopoli terletak di antara pasar yang bebas dan terbuka di satu pihak dan monopli di pihak yang lain. Milton Friedman menyebut praktek seperti ini sebagai monopoli dengan sumber utamanya pada kolusi perusahaan swasta.
Inti dari oligopoli adalah bahwa beberapa perusahaan sepakat baik secara tersirat maupun tersurat untuk menetapkan harga produk dari industri sejenis pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari harga berdasarkan mekanisme murni dalam pasar. Dalam hal ini setiap perusahaan sejenis sangat peka terhadap harga dan strategi pasar yang diambil oleh masing-masing perusahaan. Dengan demikian, baik secara tersirat (diam-diam) maupun secara tersurat (melalui perjanjian) mereka akan menyesuaikan harga dan strategi pasar sesuai dengan langkah yang ditempuh perusahaan lain.
Dalam praktek oligopoli yang terjadi adalah persekongkolan antara beberapa perusahaan sejenis dengan tujuan utama untuk mengalahkan dan mendikte konsumen. Artinya, daripada didikte oleh pasar (konsumen), perusahaan-perusahaan tertentu bersekongkol untuk mendikte pasar, dan dengan demikian mendikte konsumen melalui kebijaksanaan harga yang lebih tinggi atau ketat. Memang efek sampingannya adalah bahwa perusahaan yang lain akan sulit masuk dalam industri sejenis tersebut, tetapi sesungguhnya yang ingin “diperangi” adalah konsumen.
Bentuk praktek kartel atau juga dikenal sebagai persetujuan tersurat. Dalam praktek ini manajer dari beberapa perusahaan sejenis bertemu dan mengadakan persetujuan secara tersurat untuk membatasi persaingan di antara mereka dengan menetapkan harga jual produk mereka jauh di atas harga yang normal dalam pasar. Tujuan akhirnya adalah  untuk meraup sebsar-besarnya bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat.
Ada banyak praktek oligopoli sejenis ini. Dua yang paling umum digunakan adalah price-fixing dan manipulasi penawaran. Dalam praktek price-fixing, perusahaan-perusahaan oligopolistic sepakat untuk menetapkan harga lebih tinggi dan memaksa konsumen untuk menerima harga tersebut. Dalam praktekmanipulasi penawaran, perusahaan-perusahaan oligopolistic sepakat untuk menangguhkan produksi untuk kurun waktu tertentu atau untuk menghentikan penawaran dalam kurun waktu tertentu sehingga terjadi kelangkaan dalam pasar.dalam praktek manipulasi penawaran, timbul kesan seakan-akan pasarlah yang menyebabkan harga naik.
Bentuk lain dari praktek oligopoli adalah price leadership atau juga dikenal sebagai persetujuan diam-diam. Yang terjadi adalah bahwa sudah ada semacam kesepakatan diam-diam di antara perusahaan-perusahaan sejenis untuk menaikkan atau sebaliknya menurunkan harga produk mereka mengikuti langkah yang diambil oleh salah satu dari perusahaan sejenis.  Asumsi dibalik praktek ini adalah daripada bersaing satu sama lain melalui tingkat harga produk sejenis yang beragam, lebih baik “bersekongkol” dengan menjual produknya pada tingkat harga yang sama.
Bahwa praktek oligopoli tidak hanya merusak mekanisme pasar dan juga kepentingan masyarakat, melainkan juga menumpuk kekuatan ekonomi dan juga politikdalam kelompok tertentu. Akibat lebih lanjut, perusahaan oligopolistic yang besar dan punya jaringan dan ikatan yang raksasa tadi tidak hanya mendikte pasar, dalam hal ini berarti konsumen atau masyarakat luas, melainkan juga pada akhirnya bisa mendikte pemerintah untuk tunduk pada kepentingan mereka.
Perusahaan yang besar dengan kekuatan ekonomi dan politik yang besar dapat mengerahkan sumber daya yang besar, memproduksi barang dan jasa pada tingkat harga yang lebih murah dan efisien, dan mampu mengumpulkan investasi yang besar dan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan perekonomian nasional.perusahaan-perusahaan yang oligopolistic itu membawa persoalan etis yang serius: terlanggarnya keadilan (ada pihak-pihak tertentu yang dirugikan: konsumen dan pengusaha lain), ada praktek yang tidak fair atau curang, munculnya ketimpangan ekonomi karena perusahaan oligopolistic menumpuk kekayaan ekonomi dengan mengeruk dan memeras rakyat banyak melalui harga yang lebih tinggi. Jadi, perlu diperhatikan bagaimana perusahaan besar yang oligopolistic itu bisa menggunakan pengaruhnya secara positif demi kepentingan bersama; bagaimana ia dapat memanfaatkan kekuatan ekonomi dan politiknya itu demi kemajuan bangsa dan bukannya merugikan masyarakat.



Nama       :    CHANDRA PUSPITA
NPM         :     12214331
Kelas        :     3EA04
Jurusan   :     Manajemen                                                            30 Maret 2017
 


RANGKUMAN BAB V – ETIKA DIDALAM PASAR GLOBAL
5.2       Monopoli dan Dimensi Etika Bisnis
5.2.1    Monopoli
            Menurut Untung (2012) dalam bukunya yang berjudul Hukum dan Etika Bisnis, menjelaskan bahwa yang dimaksud monopoli adalah pasar dimana hanya ada satu penjual dan penjual lainnya tidak bisa masuk ke pasar tersebut. Penjual di pasar monopoli dengan demikian mampu mengendalikan harga atau barang-barang yang tersedia.
            Perusahaan monopoli mampu menetapkan jumlah produksinya dalam jumlah dibawah titik keseimbangan sehingga permintaan menjadi sangat tinggi dan perusahaan memperoleh kelebihan keuntungan dengan menetapkan harga jauh diatas harga keseimbangan pasar. Hal ini menjadikan pasar monopoli tak teregulasi dengan baik sehingga tidak mampu mencapau ketiga nilai keadilan kapitalis, efisiensi ekonomi, dan juga tidak menghargai hak-hak yang dicapai dalam persaingan sempurna.
            Pasar monopoli juga mengakibatkan penurunan efisiensi dalam proses alokasi dan distribusi barang sehingga menciptakan kesenjangan kekuasaan yang memungkinkan perusahaan monopoli memaksakan keinginan mereka pada pembeli. Jadi, “kedaulatan” konsumen atas pasar diganti menjadi milik produsen.
5.2.2    Dimensi Etika Bisnis
            Sasaran etika bisnis adalah membangun kesadaran kritis pelaku bisnis, bahwa bisnis adalah profit making activity, yang harus dicapai dengan cara-cara baik, tidak curang, tidak merugikan orang lain. Keuntungan yang dicapai juga meliputi non financial profit, moral, citra, pelayanan, tanggung jawab sosial, integritas moral, mutu, kepercayaan.
            Terdapat tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis menurut Keraf (1998:69) sebagai berikut :
1.      Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Etika bisnis bertujuan untuk mengimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Karena bisnis yang baik dan etis menunjang keberhasilan bisnisnya dalam jangka panjang. Dan berfungsi menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik dan etis demi nilai-nilai luhur tertentu dan demi kepentingan bisnisnya sendiri. Karena lingkup etika bisnis yang pertama ini lebih sering ditunjukan kepada para manajer dan pelaku bisnis, dan lebih sering berbicara mengenai bagaimana perilaku bisnis yang baik dan etis, maka dalam lingkupnya yang pertama ini sering kali etika bisnis disebut sebagai etika manajemen. Etika bisnis dalam lingkupnya yang pertama ini tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut secara eksternal.

2.      Sasaran yang kedua yaitu untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, karyawan dan masyarakat luas, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapa pun juga. Pada tingkat ini etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat. Etika bisnis mengajak masyarakat luas untuk sadar dan berjuang menuntut haknya agar hak dan kepentingannya tidak dirugikan oleh pembisnis.

3.      Pada sasaran ketiga, etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Dalam hal ini, etika bisnis lebih bersifat makro. Dalam lingkup makro, etika bisnis berbicara mengenai monopoli,oligopoli, kolusi dan praktek-praktek semacamnya yang akan sangat mempengaruhi tidak saja sehat tidaknya suatu ekonomi melainkan baik tidaknya praktek bisnis dalam sebuah negara tersebut.


Nama       :    BIMA NUGRAHA
NPM         :     12214174
Kelas        :     3EA04
Jurusan   :     Manajemen                                                            30 Maret 2017
 


RANGKUMAN BAB V – ETIKA DIDALAM PASAR GLOBAL
5.3       Etika di Dalam Pasar Kompetitif
Memasuki abad ke-21 perkembangan ekonomi dan perdagangan internasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta nilai dan kelembagaan sosial dan politik akan semakin kompleks, sehingga peran serta masyarakat dalam segenap aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyrakat semakin diperlukan.
Berbicara mengenai etika dunia usaha atau etika bisnis dalam pembangunan, tentu tidak terlepas dari pembahasan mengenai perilaku (stakeholder), yaitu pelaku ekonomi dan bisnis, pemerintah dan masyarakat dengan nilai-nilai dalam dunia usaha, keanekaragaman serta kelembagaanya. Ketiga hal inilah yang dikaitkan dengan upaya-upaya pembangunan nasional.
Kegiatan bisnis yang makin merebak baik di dalam maupun di luar negeri, telah menimbulkan tantangan baru, yaitu adanya tuntutan praktik bisnis yang baik, etis, juga menjadi tuntutan kehidupan bisnis di banyak Negara di dunia. Dalam ekonomi pasar global, kita hanya bisa bertahan (survive) kalau mampu bersaing.
Untuk dapat terus bersaing harus ada daya saing yang dihasilkan oleh produktivitas dan efisiensi. Untuk itu pula diperlukan etika dalam berusaha. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat, juga berpengaruh pada masalah etika bisnis.
Terdapat enam inti dari etika bisnis yang pantas dikembangkan ditanah air kita :
  • Pengendalian diri
Sesuai dengan falsafah Pancasila yang kita miliki, kita semua menyadari bahwa keuntungan adalah motivasi bisnis. Yang ingin diatur dalam etika bisnis adalah bagaimana cara memperoleh keuntungan tersebut, keuntungan yang diperoleh dengan cara yang curang, tidak adil dan bertentangan tentu saja tidak sesuai dengan etika dalam berbisnis oleh karena itu etika bisnis membatasi besarnya keuntungan. Kewajaran merupakan ukuran yang relatif, tetapi harus tetap diupayakan.
  • Kepekaan terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat
Etika bisnis harus mengandung pula sikap solidaritas social. Misalnya, dalam keadaan langka, harga suatu barang dapat ditetapkan sesuka hati oleh mereka yang menguasai sisi penawaran. Di sini penghayatan dan kepekaan akan tanggung jawab dan solidaritas sosial harus menjadi rambu-rambu.
  • Mengembangkan suasana persaingan yang sehat
Persaingan menghasilkan dunia usaha yang dinamis dan terus berusaha menghasilkan yang terbaik. Namun persaingan haruslah adil dengan aturan-aturan yang jelas dan berlaku bagi semua orang. Dengan demikian persaingan harus diatur agar selalu ada, dan dilakukan di antara kekuatan-kekuatan yang seimbang.
  • Yang besar membantu yang kecil
Praktik yang etis tidak menghendaki yang besar tumbuh dengan mematikan yang kecil. Usaha besar dalam proses pertumbuhanya harus pula membawa pertumbuhan pada usaha kecil .
  • Bisnis bukan hanya memerhatikan masa kini atau kenikmatan saat ini
Dunia usaha harus pula memperhatikan masa depan bangsa dan mewariskan keadaan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.
  • Memelihara jati diri, jiwa kebangsaan dan jiwa patriotic
Kita menyadari bahwa globalisasi ekonomi akan membuat membuat kegiatan bisnis menjadi berkembangan tidak mengenal tanpa batas, struktur usaha tidak bisa lagi dibatasi oleh nasionalitas. Karena itu, kita tidak boleh hanyut dan tidak memandang penting lagi hakikat kebangsaan. Bisnis bisa internasional, tetapi setiap orang pada dasarnya tidak bisa melepaskan diri dari ikatan kewarganegaraanya.


Nama    :       MUHAMAD IQBAL FADILAH
NPM         :     16214957
Kelas        :     3EA04
Jurusan   :     Manajemen                                                            30 Maret 2017
 


RANGKUMAN BAB V – ETIKA DIDALAM PASAR GLOBAL
5.4       Kompetisi Pada Pasar Ekonomi Global
Kegiatan ekonomi global yang saat ini lebih dikenal dengan istilah globalisasi telah melibatkan berbagai macam negara. Dengan adanya hubungan atau integrase antar negara membuat arus penyeberangan barang, jasa, dan juga modal dari satu negara ke negara lainnya semakin mudah. Dengan demikian, menurut Arijanto A (2011:105) globalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam suatu sistem ekonomi global.
Berbagai macam kegiatan secara globalisasi mulai terjadi setelah perjanjian GATT (General Agreement on Tariff and Trade) atau suatu mekanisme perdagangan secara global melalui penciptaan kebijakan “free trade” pada April 1994. Kesepakatan itu mengasumsikan sistem perdagangan yang terbuka lebih menguntungkan bagi semua pihak dibanding sistem yang lebih protektif, dengan kata lain membuat pengelolaan perdagangan menjadi lebih efektif dan efesien.
Kompetisi sendiri memiliki arti adanya persaingan antara perusahaan untuk mencapai pangsa pasar yang lebih besar. Kompetisi antara perusahaan dalam merebutkan pelanggan akan menuju pada inovasi dan perbaikan produk dan pada akhirnya pada harga yang lebih rendah. Sebuah perusahaan yang memimpin pasar dapat dikatakan sudah mencapai keunggulan kompetisi. Kompetisi baik bagi perusahaan karena akan terus mendorong adanya inovasi, ketekunan dan membangun semangant tim. Sekalipun demikian, tidak selamanya kompetisi selalu baik karena kita harus memastikan bahwa para pesaing perusahaan kita tidak akan mencuri pelanggan kita.
Dengan semakin pesatnya perubahan yang terjadi pada kondisi ekonomi global, maka dapat dilihat indikator-indikator dalam lingkungan bisnis secara global menurut Arijanto A (2011:107) sebagai berikut :
1.      Menjamurnya sejumlah pesaing baru. Dengan semakin besarnya pengaruh globalisasi dalam perekonomian membuat perusahaan harus memasuki lingkungan bisnis yang berbeda disbanding sebelumnya. Persaingan dengan perusahaan lain tidak lagi hanya didalam negeri tetapi dari mancanegara dengan teknologi dan proses kerja mutakhir. Dengan demikian, arus globalisasi secara langsung berdampak pada jumlah pesaing.
2.      Tekanan-tekanan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Selain jumlah pesaing yang semakin bertambah, maka cara agar mampu menang dalam persaingan tersebut adalah dengan meningkatkan mutunya. Perusahaan yang baru muncul, tidak hanya sekedar muncul tetapi muncul dengan menawarkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang lebih bersaing. Strategi bisnis ini harus mengedepankan aspek kreatif, inovatif serta atraktif.
3.      Kesempatan-kesempatan baru. Semakin terbukanya akses pasar bebas atau free market maka akan sangat dimungkinkan munculnya ide-ide baru yang dapat direalisasikan. Hambatan-hambatan perdagangan yang berkurang membuat pertumbuhan dunia usaha semakin meningkat, demikian pula dalam urusan kesempatan memperoleh modal usaha dari pihak lain.
4.      Deregulasi. Perubahan peraturan-peraturan sebelumnya yang cukup menghambat telah dikurangi bahkan dihapus agar proses ekonomi diberbagai bidang dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih kompetitif.
5.      Keragaman Tenaga Kerja. Semakin banyaknya karakteristik tenaga kerja adalah dampak dari penerapan pasar bebas. Hal ini dapat dilihar dari peningkatan jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia sejak diberlakukannya AFTA tahun 2003.
6.      Sosial, Politik, Hukum. Sistem perdagangan bebas juga menuntut pemerintah dikelola dengan baik serta demokratis, memperhatikan aspek Hak Asasi Manusia, persamaan hak, aliansi perdagangan, hingga tekanan serikat pekerja internasional.



DAFTAR PUSTAKA

Arijanto, Agus. 2012. Etika Bisnis bagi Pelaku Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Keraf, A. Sonny. 1998. Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius
Untung, DR. H. Budi. 2012. Hukum dan Etika Bisnis. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET

SAP Mata Kuliah Etika Bisnis Universitas Gunadarma

Sabtu, 04 Juli 2015

Tugas Softskill B.inggris Translate novel

     Dearest last born

On may 2, 1996, my parents got married, a condition in which they remained for over sixty-seven years. For the last fifteen of those years, they spent six months a year arguing in florida and six months a year arguing in New York. During the Florida phase, my mother loved for me to write to her, but because of my busy travel and lecture schedule, i’m rarely in a position to do that, since it’s impossible to write and drive at the same time. Therefore, i usually call her on the phone. This is the response to one on my phone calls:

                Dearest  sweetheart
                It was a pleasure hearing your voice, but your letters give me a bigger thrill, because i read and re-read them, i’m looking forward to seing you and the kids. How are they doing in school and at home? The movie sounded interesting. Where did you eat? We love you verry much. Kiss the kids for us.
Just dad and me.

Now i ask you, is that a humble person? “just dad and me.” That’s like getting an eviction notice signed “just the Landord.”
In any event, how could i deprive my wonderful mother of a letter for her to read and re-read? So i wrote a letter, and here is her response:

                Dearest Last born,
                It’s really a marvelous thing for a daughter to get a minute’s time to write after two month vacation. I can’t understand what you are doing at the senior citizen’s. What do you teach them? At this stage of life, i would think you could take lessons from them! I’m glad you had that article to send  me, otherwise i don’t think i would even have gotten the letter yet. Anyway, i love you, and i’m happy to hear that you are enjoying life. Please, please continue! Give my kids a big hug and kiss for me.
Love from dad and me.

Well, now i decided i could write her a long letter, which i did. I called to tell her the longest letter i had ever written, and she was never going to complain again. Right? Wrong! Here is the answer to my longest letter:
Dear Joyce,
Yes, yours letter was nice long one. But a letter, and you only used one stamp, so that means it is only one letter. come on kid, you will have to write again, and soon. Trying to get  you on the phone is great big joke. Do you ever get off? I have tried a half dozen times and the line was busy, and the others time i got the machine. Forget it. You call me. I will give you back whatever the cost is.

Love from dad and me.

And now for la piece de resistance. I was looking for a long hooded fur jacket to keep me warm, because my lectures take me to some of the coldest parts of the country in the dead of winter. I searched for a jacket, checking all the furriers in Hartford and New Haven, but i couldn’t afford anything they had. Finally, in desperation, i thought of the old family furier. I called my mother in Florida and said,”mom, is Mr. Walowitz in broklyn still my business?” and she said;”of course he’s still business. In fact his son is in the business with them,and his grandson is twenty-three already, and he’s in the nusiness too. You call him and i’m sure he’ll make something for you in your price range.” When i told my mom i had ordered a jacket from him, this is what she wrote:

                Dear doll,
                I think you are doing the right thing by going to Walowitz. I have always been very happy with everyyhing he ever did for me. But tell him he should give you the cost of you trips to Brooklyn, and also don’t pay taxes. TELL HIM I SAID SO. Explain to Walowitz that it cost you $25 each time you come to Brooklyn, and also tell him you are not going to charge him for the times it takes you. I am not  joking. He should do something for you. Remind him that he didn’t give you a wedding gift!

Love from dad and me

Recently, at the conclution of my lectures on the importance of humor, a nice Chinese man came over to me and said, “Joyce, i want you to know that having heard your mother’s letters, i now know there is a universality in mothers. I also realize my mother must be Jewish!”




 -------------------------------------------------translate------------------------------------------------
   
              - Anak Bungsu Tersayang
Pada 2 Mei 1926, orang tuaku menikah , sebuah kondisi yang mereka jalani untuk lebh dari 60 tahun pada 15 tahun terakhir mereka menghabiskan 6 bulan setiap tahun melakukan perdebatan di florida dan 6 bulan setiap tahun melakukan perdebatan di new york.
selama di florida, ibuku menginginkan aku menulis surat untuknya, tapi karena kesibukan perjalanan dan kuliahku, aku jarang melakukan itu. Sejak memungkinkan untuk menulis dan mengendarai pada waktu yang sama. Oleh karna itu, biasaya aku menelponya. Ini merupakan salah satu jawaban dari panggilan telpon saya.

                - Yang tersayang
Merupakan kebahagiaan untuk mendengar suaramu, tapi suratmu sangat menggetarkan hatiku, karena aku membacanya berulang-ulang kali. Aku tidak sabar untuk melihatmu dan anak-anak. Bagaimana yang mereka lakukan disekolah dan di rumah ? filmnya terdengar menarik. Dimana kamu makan ? aku sangat mencintaimu , mencium anak anak.

                -Hanya Ayah dan Aku
Sekarang aku bertanya kepadamu, Apakah ini seorang yang rendah hati? “hanya ayah dan aku” ini seperti mendapatkan surat pengusiran yang ditanda tangani “hanya pemilik”

Pada kesempatan yang lain, bagaimana bisa saya menghilangkan ibuku yang luar biasa dari sebuah surat untuknya yang dibaca berulang-ulang kau ? Jadi aku menuliskan surat untuknya, dan ini adalah balasanya

                -Anak Bungsu Tersayang
ini benar-benar sangat mengagumkan untuk seorang anak perempuan untuk menyisipkan beberapa menit untuk menulis surat setelah dua bulan perjalanan. Aku tidak dapat mengerti apa yang kamu lakukan dikota tempat seniormu ? apa kamu mengajari mereka ?pada tahap kehidupanmu aku berharap kamu dapat mengambil pelajaran dari mereka ! aku senang kamu mengirimkan artikel, itu untuku pikirku aku belum mendapatkan surat bagaimanapun juga, aku mencintaimu dan aku sangat senang mendengar bahwa kamu menikmati kehidupan. Silahkan lanjutkan berikan anak anaku pelukan yang dan ciuman untukmu.

                - Kasih sayang ayah dan aku
Baiklah, aku sekarang memutuskan aku dapat menuliskan surat yang panjang untuknya. Seperti yang saya lakukan aku menelpon untuk memberitahunya bahwa saya telah mengirimkan surat terpanjang yang pernah aku tulis untuknya. Dan dia tidak pernah mengeluh lagi benarkah ? tidak ini adalah jawaban untuk surat terpanjangku.

                -Joyce tersayang
Benar, suratmu adalah salah satu surat panjang yang baik. Tetapi surat adalah surat, dan kamu hanya menggunakan satu stempel, jadi itu hanya satu surat. Ayolah nak, kamu harus segera menulis lagi. Mencoba untuk menghubungimu melalui telpon merupakan lelucon yang besar. Apakah kamu matikan ? aku sudah mencoba ena kali dan jalur sedang sibuk dan pada waktu lain aku mempunyai mesin. Lupakan itu. Kamu hubungi aku. Aku akan memberikan kembali berapapun biayanya.

               
                -Kasih sayang ayah dan aku
dan sekarang untuk la piece de resistance aku mencari jaket bulu berkerudung untuk menjagaku agar aku tetap hangat. Karena dosenku membawaku kebeberapa bagan tempat terdingin di negara ini pada pertengahan musim dingin. Aku memeriksa semua pedagang pakaian berbulu di hartford dan new haven tapi aku tidak dapat menjangkau apapun yang mereka punya aku teringat pada pada pedagang pakaian bulu keluarga. Aku menghubungi ibuku di florida dan berkata. “ibu apakah tuan walowitz di brooklyn masih menjalankan bisnis ?” dan ia berkata “ tentu saja dia masih menjalankan bisnisnya pada kenyataan, anak laki lakinya berada dalam usahanya ikut serta dalam menjalankan usahanya dan cucu laki lakinya sudah berumur 2-3 tahun dan dia juga terlibat dalam usaha itu. Kamu hubungi dia saja dan aku yakin dia akan membuatkan sesuatu dalam kisara hargamu”. Ketika aku memberitahu ibuku bahwa aku sudah memesan sebuah jaket darinya, inilah yang dia tulis.

                - Boneka tersayang
aku pikir kamu melakukan hal yang besar dengan pergi ke walowitz. Aku selalu merasa sangat senang dengan semua yang pernah dia lakukan padaku. Tetapi beritahu dia, dia harus memberimu biaya atas perjalananmu ke brooklyn dan juga jangan membayar pajak. “beritahu dia, aku bilang begitu”. Jelaskan pada walowitz untuk membiayaimu $25 setiap kamu datang ke brooklyn dan beritahu dia juga kalu kamu tidak akan dikenakan biaya kali ini. Aku tidak bercanda dia harus melakukan sesuatu untukmu. Ingatkan itu padanya “bahwa dia tidak memberi hadiah pernikahan!”

            -Kasih sayang ayah dan aku
 Beberapa saat kemudian saya menemukan lelucon dalam kesimpulan tersebut lalu ada pria chinese datang mengampiri saya dan berkata joyce, saya ingin kamu tau bahwa ketika membaca surat itu, saya tau bahwa setiap ibu akan berperilaku seperti ibu-ibu yang lainya. Saya juga menyadari bahwa ibu saya seharusnya seorang yahudi.

Jumat, 05 Juni 2015

Softskill B.inggris 2

Hello , My name is Bima Nugraha. I am a boy who was born in Bogor, On Wednesday, 30th December 1996, as second Son of Bobby Wiratama and Yulianingsih , my father was born in Bandung, on Monday 22th February 1967 and my mother was born in Bogor, on Thursday 01st July 1967. I have one brother and one sister, my brother’s name is Biyan Nugraha he was born in Bogor, on Sunday 27th Mey 1994 and my sister she was born in Bogor, 31th July 2008, and i lived in Cibinong, Bogor.  my brother now lecture in Universitas Jayabaya faculty of machine and now he last semester in Jayabaya, and my sister school in TK Islam Terpadu. When i was 4 years old, i started my education career in TK Kartika, located in Cibinong Lingkungan Pala Manis, Then strarted the elementary school in SDN Cirimekar 02 located in Cibinong Lingkungan Pala Manis, not too far from my house so i can saved my money to buy i want, and i joined elementary school on 2002 and graduated on 2008. Then i continued my study on junior high school, i studied in SMP Unggulan Citra Nusa, its located in Cikaret Jl Cipayung Kabupaten Bogor, my school arround 15km from my house, its so far from my house, in junior high school i studied for 3 years. I joined junior high school on 2008 and graduated on 2011, and then i continued my study in senior high school in SMA Plus PGRI Cibinong, located in Ciriung Jl Golf Kabupaten Bogor, in there i haved many friends , my school arround 7km from my house needed a 2 hours trip from my house, i joined senior high school on 2011 and graduated 2014 and now i studied in University Gunadarma faculty of  economy management. My hobby is playing football, travelling and hiking a mountain, i started played football when i was 12 years old. First i played football , i followed a selection my country for danone nations cup in Bandung, but i failed to joined my club because i too late too followed the program of training, and then i played futsal, futsal is too famous when i was 12 years old, but when i studied in junior high school futsal is favourites sports from student, so i choosed ekstrakulikuler futsal with my friend, and i trained seriously try to be the best to be the champions, but is not too easy, first i followed the tournament i lose with my friend, but my coach said “keep training and trying to be the best until you be a champions” and we trained many more to be the champions, finally the exercise i got 2 trophies first 2nd champion futsal city of Bogor and 2nd champion futsal Kabupaten Bogor. I got many trophies but not too prestigsious except 2 trophies that, that be a experience for me in a career of futsal, and until now i got a many trophies that result from my training and keep trying, never give up until you got what you want. Additionally i really like travelling, because i lived in Indonesia, the Nation with many islands and beautiful place, if i have a many money i want to trip go arround Indonesia, i really want trip to Raja Ampat, that place is so beauty nice and amazing, i once visited Malang a city with beatiful place and friendly society, i visited one of the beautiful island in Malang, the name is Sempu Island, to arrived there we must be crossing the ocean by ship. The journey takes about 2hours until we arrived there, in there have a many animals like monkey, fish, bird and many more, Sempu Island formed because the corals are eroded by the sea water so that formed the hole and formig the island. In there we can hunted the fish and we can make a bonfire, in there we can see many dolphin and whale and we can see the indian ocean. In addition to like travelling i also like hiking because you know how so important to care and save the nature for the life, i once hiking mount Gede, Pangrango and Salak. I think mount Gede is very beautiful in the compare mount pangarango and mount salak. Because in mount gede we can see many beautiful places like waterfall, cauldron, the savanna , hot water, edelweis flower or called perennial flower and owa jawa animals endemik from west java. I really like travelling and hiking because i got a many experience from here, because experience is so important for your life, so lets have fun with your life and share your experience wiht your friend.

Jumat, 01 Mei 2015

Softskill Bahasa Inggris 2

Clauses
clause is a group of words that contains a verb (and usually other components too). A clause may form part of a sentence or it may be a complete sentence in itself.
For example:
He was eating a bacon sandwich.
[clause]

She had a long career
but she is remembered mainly for one early work.
[clause]
[clause]
I want some cheese
S          P
She is at home
  S         P

Main clause
Every sentence contains at least one main clause. A main clause may form part of a compound sentence or a complex sentence, but it also makes sense on its own, as in this
example:
He was eating a bacon sandwich.
[main clause]
The restaurant bill has already been paid. 
           S                                   P
Compound sentences are made up of two or more main clauses linked by a conjunction such asand, but, or so, as in the following examples:

I love sport
and
I’m captain of the local football team.
[main clause]
[conjunction]
[main clause]

She was born in Spain
But
her mother is Polish.
[main clause]
[conjunction]
[main clause]


Subordinate clause
subordinate clause depends on a main clause for its meaning. Together with a main clause, a subordinate clause forms part of a complex sentence. Here are two examples of sentences containing subordinate clauses:
After we had had lunch,
we went back to work.
[subordinate clause]
[main clause]

I first saw her in Paris,
where I lived in the early nineties.
[main clause]
[subordinate clause]
·         After I changed the APN, I unpluged my modem and waited for 5 minutes.
·         Before she went to Jakarta, she got her flowers watered
·         As soon as/once they finish filling the questionnaire, I will process the data.
There are two main types of subordinate clause: conditional clauses and relative clauses.

Conditional clause
conditional clause is one that usually begins with if or unless and describes something that is possible or probable:

If it looks like rain
a simple shelter can be made out of a plastic sheet
[conditional clause]
[main clause]

I'll be home tomorrow
unless the plane's delayed for hours.
[main clause]
[conditional clause]
(+) If I have free time, I will go swimming.
(-)  If you don’t finish your homework, your teacher will be angry.
(?)  If they invite you, will you come?
Relative clause
A relative clause is one connected to a main clause by a word such as which, that, whom, whose,when, where, or who:


I first saw her in Paris,

where I lived in the early nineties.
[main clause]
[relative clause]

She wants to be with Thomas,
who is best suited to take care of her.
[main clause]
[relative clause]

I was wearing the dress
that I bought to wear to Jo's party.
[main clause]
[relative clause]


Using relative clauses
Have you ever wondered about when to use that and when to use which or who in this type of sentence? In fact, for much of the time that is interchangeable with either of these words. For example:
You’re the only person who has ever listened to me.
You’re the only person that has ever listened to me.
It’s a film that should be seen by everyone.
It’s a film which should be seen by everyone
When referring to something, rather than someone, that tends to be the usual choice in everyday writing and conversation in British English. However, there is one main case when you should not use that to introduce a relative clause. This is related to the fact that there are two types of relative clause: a restrictive relative clause and a non-restrictive relative clause.

Restrictive relative clause
restrictive relative clause (also known as a defining relative clause) gives essential information about a noun that comes before it: without this clause the sentence wouldn’t make much sense. A restrictive relative clause can be introduced by that, which, whose, who, or whom. You should not place a comma in front of a restrictive relative clause:
√ She held out the hand
which was hurt.
√ She held out the hand
that was hurt.
[main clause]
[restrictive relative clause]

You can also leave out that or which in some restrictive relative clauses:

√ It reminded him of the house
that he used to rent in Oxford.
√ It reminded him of the house
which he used to rent in Oxford.
√ It reminded him of the house
he used to rent in Oxford.
[main clause]
[restrictive relative clause]

Non-restrictive relative clause
A non-restrictive relative clause (also called a non-defining relative clause) provides extra information that could be left out without affecting the meaning or structure of the sentence. Non-restrictive relative clauses are normally introduced by which, whose, who, or whom, but never bythat. You should place a comma in front of them:
She held out her hand,
which Rob shook.
[main clause]
[non-restrictive relative clause]

If a non-restrictive relative clause is in the middle of a sentence, you should put commas beforeand after it:
Bill,
who had fallen asleep on the sofa,
suddenly roused himself.

[non-restrictive relative clause]




What Are Clauses?
A clause is a group of words that includes a subject and a verb.

A clause can be distinguished from a phrase, which does not contain a subject and a verb (e.g., in the afternoon, drinking from the bowl).

An independent clause can express a complete thought (and can be a standalone sentence). A dependent clause is usually a supporting part of a sentence, and it cannot stand by itself as a meaningful proposition (idea).
Examples of Independent Clauses
Here are some examples of independent clauses (shaded):
Tara ate a cheese roll after she watched the news.
(Tara ate a cheese roll is an independent clause. It works as a standalone sentence.)
Even though his mother was a driving instructor, my cousin failed his driving test six times.
A computer once beat me at chess, but it was no match for me at kick boxing. (Louis Hector Berlioz)


Examples of Dependent Clauses
Here are the same examples with the dependent clauses shaded:
Tara ate a cheese roll after she watched the news.
(The clause after she watched the news is a dependent clause. It does not work as a standalone sentence.)
Even though his mother was a driving instructor, my cousin failed his driving test six times.
A computer once beat me at chess, but it was no match for me at kick boxing.
These three dependent clauses (or subordinate clauses as they're also called) could have been independent clauses. However, the opening word(s) (in these examples after, Even though, and but) turned them into dependent clauses. The opening words are known as dependent words, the main type of which issubordinating conjunctions.



How Are Clauses Used in Sentences?
Clauses can play a variety of roles in sentences. A clause can act as a noun, an adjective, or an adverb.
Noun Clauses
I cannot remember what I said last night.
            (In this example, the clause acts like a noun.)
Compare the example above to this:
I cannot remember my speech.
            (speech = noun)

I forgot the fact. (noun)
I forgot it. (pronoun)
I forgot that the fact was very important. (noun clause)

Adjective Clauses
My dog, who usually refuses to go near the water, dived in the canal to chase a water vole.
            (In this example, the clause acts like an adjective.)
Compare the example above to this:
My water-shy dog dived in the canal to chase a water vole.
            (water-shy = adjective)

If an adjective clause could be removed without wrecking the sentence (i.e., it just adds additional information), then it should be offset with commas. (You could equally use brackets or dashes.) A clause which can be safely removed is called a non-restrictive clause. A restrictive clause, on the other hand, is one which cannot be removed because it's essential to the sentence. Restrictive clauses are not offset with commas.
For example:
The man who lives next door is getting ruder.
(This is an example of a restrictive clause. You cannot remove it. There are no commas.)
Councillor Simon Smith, who lives next door, is getting ruder.
(This is an example of a non-restrictive clause. You can remove it. It's just additional information. That's why there are commas around it.)



Adverbial Clauses
He lost his double chin after he gave up beer.
            (In this example, the clause acts like an adverb.)
Compare the example above to this:
He lost his double chin recently.
            (recently = adverb)

Sumber :


Minggu, 29 Maret 2015

Analisa Penyimpangan Pancasila

Pancasila merupakan suatu yang patut dilestarikan. Pada kehidupan sehari-hari, kita sebagai generasi penerus bangsa perlu sesekali berkontemplasi akan arti pentingnya pancasila dalam kehidupan ini. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat kita aktualisasikan dalam dunia nyata yang masih membutuhkan sentuhan tangan kita.

Tentunya pancasila penting untuk menjadikan kita sebagai bangsa yang berdedikasi tinggi dengan adanya nilai dan moral yang sesuai dengan pancasila. Kelima sila yang terkandung di dalamnya mempunyai makna yang dalam apabila kita berupaya untuk mencermati secara mendalam.


Dalam peradaban dunia yang semakin berkembang dan pola pikir generasi penerus bangsa yang semakin maju, tentunya nilai-nilai pancasila sangat perlu untuk ditanamkan kepada para remaja, pemuda dan mahasiswa. Agar terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan hidup melindungi segenap bangsa Indonesia dan turut serta berperan aktif dalam pergaulan dunia.

Sila Ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” merupakan sila yang bunyinya paling pendek diantara keempat sila yang lain. Namun sila ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Karena itu Sila Persatuan Indonesia merupakan pedoman dan kunci keberlngsungan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan ras serta kebudayaan ini, terutama dalam mendongkrak semangat generasi pemuda Indonesia untuk mempertahankan keutuhan Bangsanya.

Makna dari sila “Persatuan Indonesia” adalah bahwa sifat dan keadaan negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat satu. Sifat dan keadaan negara Indonesia yang sesuai dengan hakikat satu berarti mutlak tidak dapat dibagi, sehingga bangsa dan negara Indonesia yang menempati suatu wilayah tertentu merupakan suatu negara yang berdiri sendiri memiliki sifat dan keadaannya sendiri yang terpisah dari negara lain di dunia ini. Sehingga negara Indonesia merupakan suatu diri pribadi yang memiliki ciri khas, sifat dan karakter sendiri yang berarti memiliki suatu kesatuan dan tidak terbagi-bagi. Makna “ Persatuan Indonesia “dibentuk dalam proses sejarah yang cukup panjang sehingga seluruh bangsa Indonesia memiliki suatu persamaan nasib, satu kesatuan kebudayaan, kesatuan wilayah serta satu kesatuan asas kerohanian Pancasila yang terwujud dalam persatuan bangsa, wilayah, dan susunan negara. 

Penyimpangan Pancasila Kesatuan dan Persatuan Indonesia
Memudarnya rasa persatuan dan keatuan yang terjadi pada bangsa indonesia pada generasi saat ini. hal ini dapat kita lihat dari beberapa kasus - kasus bentrok mahasiswa ataupun pelajar. bentrok antar supporter sepakbola ataupun yang lainya. dari kasus diatas dapat diketahui bahwa rasa persatuan kita sebagai warga negara Indonesia sudah mulai luntur dan mudah di provokasi atau di pengaruhi oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab. keadaan seperti ini lah yang akan menjadi bibit - bibit terjadinya konflik yang lebih besar seperti ras,suku ataupun agama.

Analisis
Berdasarkan kasus di atas, saya beranggapan bahwa terjadinya kasus penyimpangan pancasila didasarkan oleh kurangnya wawasan masayarakat terhadap kesatuan dan persatuan suatu bangsa. masyarakat seharusnya tau betapa pentingya kesatuan dan persatuan suatu bangsa apalagi bangsa Indonesia yang mayoritas warga negaranya beragam - ragam seharusnya dapat mengimplementasikan bhineka tunggal ika yang berarti berbeda - beda tapi tetap satu.

Saran
Menurut saya, seharusnya masyarakat diberikan wawasan pengetahuan betapa pentingya kesatuan dan persatuan suatu bangsa, agar tidak terjadi konflik maupun perpecahan suatu bangsa itu sendiri. seharusnya kita sebagai warga negara harus saling menghargai dan menghormati perbedaan yang terdapat di bangsa kita sendiri.

Sumber
http://gita-risda2.blogspot.com/2013/10/penyimpangan-pancasila-masa-kini.html
http://melatidian16.blogspot.com/2012/03/mahasiswa-dikaitkan-dengan-sila-ke-3.html